Contoh Artikel Ilmiah Yang Baik dan Benar Menurut Para Ahli
Contoh Artikel Ilmiah Yang Baik dan Benar Menurut Para Ahli

Contoh Artikel Ilmiah Yang Baik dan Benar Menurut Para Ahli

Diposting pada

upahminimum.orgContoh Artikel Ilmiah Yang Baik dan Benar Menurut Para Ahli. Artikel ilmiah ditulis berdasarkan temuan dan pedoman penulisan yang terstruktur. Perhatikan contoh karya ilmiah di bawah ini dan ciri-cirinya.

Karya tulis ilmiah adalah laporan yang ditulis atas dasar hasil penelitian atau pengamatan untuk memperoleh jawaban sesuai dengan rumusan pertanyaan yang diajukan.

Yang disusun dan didasarkan pada metode ilmiah yang sesuai dengan kaidah dan etika ilmiah yang disusun secara sistematis.

baca juga Kata Dan Tetapi Lalu Kemudian Termasuk kata….

Makalah ilmiah menyajikan konten teoritis dan konseptual dan dirancang untuk publikasi dalam jurnal atau buku ilmiah. Menulis mengikuti pedoman yang ditetapkan atau praktik ilmiah.

Ciri-Ciri Karya Tulis Ilmiah

Berdasarkan buku “Dasar-Dasar Penulisan Akademik”, berikut ini akan dijelaskan ciri-ciri karya tulis ilmiah. Ini adalah tugas untuk menunjukkan kredibilitas penulis.

Ini adalah integrasi pengetahuan tentang topik dan pendapat penulis. Menunjukkan bahwa penulis adalah bagian dari civitas akademika.

Ini adalah pengakuan, penjelasan, dan tanggapan terhadap semua sumber yang digunakan.

Contoh Artikel ilmiah Yang Benar

Karakter suatu negara pada umumnya bersifat kolektif, yaitu akumulasi dari karakter pribadi seluruh warga negara tersebut.

James Madison (Rajasa, M. H. 2009), salah satu pendiri Konstitusi Amerika Serikat, pernah mengatakan bahwa “karakter suatu negara ditentukan oleh karakter rakyatnya”.

Unsur utama dari karakter masyarakat adalah nilai-nilai yang dibangun dan dikembangkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, berhasil tidaknya suatu negara sangat bergantung pada upaya membangun dan mengembangkan karakter masyarakatnya.

Berkaitan dengan itu, modalitas nasional yang menjadikan Indonesia sebagai negara maju harus mengutamakan pembangunan karakter dan karakter bangsa yang positif.

Upaya pembentukan karakter akan memungkinkan masyarakat Indonesia bekerja secara produktif dengan sesama warga negara untuk menjadikan masyarakat Indonesia masyarakat pekerja keras, penuh semangat juang.

Dan juga negara berkembang yang maju dan sejahtera.(Haynes., C. , Charles, 2008 Haynes, C (2008) menyatakan bahwa perkembangan kepribadian merupakan proses yang tidak pernah berakhir, yaitu karena kita masih janin di usia tua.

baca juga Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Manajemen Bisnis dan Kaitkan Dengan Organisasi Pada Pasar Sekarang Ini?

Perkembangan kepribadian dalam kehidupan kita dilakukan dalam tiga tahap perkembangan kepribadian: remaja (tahap pembentukan), remaja (tahap perkembangan) dan dewasa (tahap integrasi), akhirnya ironisnya.

saat ini kita mengalami krisis moral dan moral yang terus berlangsung secara kultural hingga saat ini (Hagens, Bonus, 2004). Runtuhnya bangsa saat ini tidak hanya disebabkan oleh faktor eksternal akibat pengaruh ekonomi dunia, politik dan hukum, tetapi juga oleh faktor internal.

Faktor manusia Indonesia itu sendiri (Yewangoe, Andreas A.2006). Pembentukan karakter sebagai seorang anak sangat penting dan berarti sangat mendasar.

Sebab, setidaknya ada empat koridor yang harus dilakukan di sini: penanaman nilai, penanaman adat, dan keteladanan.

Keempat koridor ini dirancang untuk mentransformasikan nilai dan membentuk karakter anak sejak dini, dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh seorang pelayan seorang diri.

Ironisnya, dalam kehidupan modern, pembantu setidaknya 12 jam sehari, 5 hari seminggu, berada di lingkungan terdekat (pengaruh).

Jadi, jika Anda diejek karena karakter anak-anak Anda terlihat seperti karakter pendukung, Anda tidak perlu tersinggung. Pengembangan kepribadian harus terus berlanjut selama perkembangan remaja.

Sayangnya, lingkungan dan kondisi masyarakat kita tidak banyak membantu dalam mencapai tujuan pembentukan kepribadian. Ini dapat ditemukan di empat koridor.

Koridor nilai: Mengubah arah sistem dari idealisme, harga diri, kebanggaan menjadi uang, materi, sekuler dan hedonistik.

Di koridor pabean masih banyak berkembang pabean palsu, antara lain:. Tidak menepati waktu, mengingkari janji, saling menyalahkan, dan menghindari tanggung jawab.

Koridor Fungsi Model Peran mengungkapkan bahwa masih sedikit model peran dalam kehidupan sosial kita (Hargens, Boni, 2004).

Kondisi sosial masyarakat yang lemah yang mendukung tahap pembangunan menyebabkan kebingungan dalam tahap pemantapan.

Hal ini diperkuat dengan masyarakat yang tidak dapat diandalkan (orang yang tidak percaya satu sama lain, tidak saling menghormati) tumbuh dalam tahap pembentukan dan perkembangan, dan karakter di negara kita dan kehidupan bangsa kita berkembang sepenuhnya.

hal. Krisis adalah salah satu penyebab hancurnya karakter negara, namun tidak terkecuali akar permasalahannya terletak pada masyarakat itu sendiri dan kegiatan kita selama ini turut membantu dan memicu kerugian.

Tentang jati diri dan jati diri bangsa. Bangsa Indonesia tidak lagi berpikir atau berusaha membangun karakter negara bahkan cenderung diabaikan (Huntington, Samuel P., 1991).

Pemulihan budaya suatu negara harus diarahkan pada tujuan aspirasi negara: tatanan nasional yang mewujudkan nilai-nilai, paradigma, dan tindakan yang baik.

Semua ini harus menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat untuk mengembalikan identitas mereka. Untuk mencapai tujuan kita dan menentukan strategi yang tepat untuk mengembalikan jati diri bangsa.

Terlebih dahulu kita perlu mengetahui budaya yang ada dalam masyarakat Indonesia (Soedarsono, H. Soemarno. 2006).

Menurut Rajasa, M.H. (2009), pembangunan moral dan karakter bangsa sangat erat kaitannya dengan peningkatan kualitas pembangunan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

baca juga Apa Yang Di Maksud Dalam Diskusi Kita Kali Ini Berikut Adalah Penjelasannya

Untuk itu, pemerintah telah memutuskan bahwa pembangunan pendidikan harus diarahkan pada tiga tujuan utama: Alam, oleh Allah SWT.

Pengembangan diri mendorong seseorang untuk memiliki kepribadian yang kuat, yang tercermin dari sikap dan perilakunya.

Kedua, pendidikan merupakan sarana terpenting untuk membangun kembali karakter bangsa Indonesia yang dikenal sebagai negara yang ramah, suportif, tangguh, dan santun.

Ketiga, pendidikan sebagai wadah pembentukan wawasan kebangsaan. Hal ini memungkinkan kita untuk membangun masyarakat yang mencintai, menghormati, percaya, dan bahkan saling melengkapi.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.